Minggu, 09 September 2018

Gereja Kuburan

"Gereja Kuburan"

Ada dua bentuk gereja di dunia ini:
1. Gereja yang berupa bangunan (gedung gereja)
Ada banyak bangunan-bangunan gereja di dunia ini yang berdiri megah dengan gagahnya bak kastil atau istana. Tetapi bagaimana dengan isi daripada gereja tersebut? Apakah benar-benar orang-orang atau jemaat yang cinta Tuhan atau hanya mayat hidup yang "merasa" sebagai anak-anak Tuhan?

2. Gereja rohani (1 Kor 3:16)
Gereja rohani adalah "kita" yang sungguh-sungguh memiliki Tuhan Yesus Kristus di dalam hidup kita. Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka. ( Matius 18:20 )" Apakah kita sudah sungguh-sungguh menjadi gereja rohani atau belum? Atau hanya "merasa" sebagai gereja rohani?

Akhir zaman ini muncul gereja yang seperti kuburan, kelihatan "keren" dari luar tetapi kosong isinya. Sehingga banyak yang mengalami kejenuhan dan kekeringan rohani.

Tuhan Yesus berkata:
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran ( Matius 23:27 ).

Perenungan:
1. Adalah Celaka jika memiliki gedung gereja yang megah tetapi isinya adalah mayat hidup (Orang-orang yang hanya mengaku Kristen tetapi tidak memiliki Kristus dalam hidupnya / hanya Kristen identitas (Kristen KTP/ Kristen turunan))
Ciri-ciri orang Kristen identitas (orang-orang munafik/ bahasa halusnya mayat hidup):
- Orang Kristen yang datang ke gereja karena hanya tradisi dari orang tua (paradigma yang sudah ditanamkan bahwa setiap hari minggu harus kegereja)
- Orang Kristen yang masih hidup dengan cara dunia (Gal 5:19-21)

2. Adalah Celaka jika di dalam gereja seperti ahli-ahli Taurat yang tahu banyak Firman Tuhan dalam otaknya tetapi tidak pernah menerapkannya dan melakukannya dalam kehidupan nyata.
"Karena banyak hamba Tuhan hanya membagikan pengetahuan bukan keyakinan" maksudnya adalah Firman Tuhan yang hanya menyentuh perasaan dan emosinya (menangis tersedu-sedu) tetapi tidak menyentuh rohnya.

3. Adalah Celaka jika kita mengaku orang Kristen tetapi tidak memiliki persekutuan pribadi dengan Tuhan (itu hanya omong kosong)
- Tidak pernah berdoa (kecuali doa makan dan doa sebelum tidur yang sudah hafalan)
- Tidak pernah membaca Alkitab, merenungkannya serta melakukannya (Yosua 1:7-8) - buka Alkitab kalau di gereja saja atau lagi ibadah.

Yang perlu kita tahu adalah Tuhan melihat hati,
Tuhan melihat "isi" bukan "cover" kita.
Jangan seperti kuburan yang kelihatan indah di luar tetapi dalamnya penuh kebusukan.

Mari kita semua menjadi gereja Tuhan yang hidup dan yang sehat, bertumbuh (bertumbuh kualitas rohaninya)dalam pengenalan akan Tuhan bukan hanya bertumbuh dalam pengetahuan akan Tuhan.

Seburuk apapun masa lalu seseorang, tetapi jika seseorang tersebut menjadi sungguh-sungguh cinta Tuhan pasti akan semakin rindu dan haus akan Tuhan.

Brother John Ministry/YS

Keletihan Rohani

"Keletihan Rohani"

Seringkali keletihan dan kejenuhan di alami bukan hanya oleh orang yang tidak mengenal Tuhan tetapi juga dirasakan dan dialami oleh anak-anak Tuhan. Keletihan jasmani masih wajar. Bagaimana dengan keletihan rohani? Apa akibatnya jika seseorang mengalami keletihan secara rohani? Hubungan dengan Tuhan akan rusak jika tidak segera diatasi.

Ciri-ciri orang yang mengalami keletihan dan kejenuhan rohani:
1. Malas bahkan hampir tidak pernah berdoa (mungkin hanya doa makan saja ingatnya)
2. Malas bahkan hampir tidak pernah baca dan renungkan Alkitab (Baca alkitab kalau digereja saja)
3. Malas bahkan hampir tidak pernah bergabung dengan persekutuan rohani
4. Malas bahkan hampir tidak suka melayani Tuhan

Mengapa seorang anak Tuhan bisa mengalami keletihan atau kejenuhan rohani?

1. Terlalu sibuk dengan pelayanan
2. Bergantung dengan kekuatannya sendiri
3. Tidak membangun hubungan yang intim dengan Tuhan melalui doa dan perenungan Firman Tuhan.
4. Segala sesuatu hanya dilakukan karena rutinitas saja
5. Terlalu sibuk dengan kegiatan sekuler

Apa bahaya dari keletihan dan kejenuhan rohani?
1. Mudah diperbudak iblis
2. Mudah jatuh dan kompromi dengan dosa
3. Sakit rohani (kekeringan rohani)

Bagaimana mengatasi keletihan / kejenuhan rohani?
Matius 11:28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

1. Datang kepada Tuhan Yesus Kristus
2. Mengakui keterbatasan dan kelemahan kita
3. Serahkan seluruh keletihan kita kepada Tuhan
4. Lawan rasa malas di dalam diri kita

Jangan biarkan keletihan dan kejenuhan itu terus berkuasa dalam diri kita.
Roma 12:11
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Brother John Ministry/YS

Menjual Yesus

Menjual Yesus

Belajar dari kisah Yudas Iskariot

Matius 26:15-16
Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Mengapa Yudas Iskariot menjual Yesus?
1. Karena Yudas iskariot cinta akan uang.
2. Karena Yudas Iskariot lebih mengutamakan hawa nafsu dan  keinginan dagingnya.
3. Karena Yudas Iskariot tidak sungguh-sungguh cinta dan takut akan Tuhan.

Di akhir zaman ini muncul banyak sekali Yudas-Yudas baru. Yang kelihatan rohani dan baik sekali tetapi sesungguhnya memiliki motivasi yang jahat.

1 Timotius 6:9-10
Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Tidak sedikit orang Kristen secara tidak langsung menjual Yesus demi uang, bahkan banyak "hamba Tuhan" berkedok pelayan Tuhan tetapi sesungguhnya melayani diri sendiri dan melayani perutnya sendiri bukan melayani Tuhan.

Pelajaran penting dari Yudas Iskariot:
1. Jangan jual Tuhan Yesus hanya untuk kedudukan atau jabatan
2. Jangan jual Tuhan Yesus hanya untuk popularitas
3. Jangan jual Tuhan Yesus hanya untuk menumpuk kekayaan (uang)
4. Jangan jual Tuhan Yesus hanya karena kekasih/ pacar
5. Jangan jual Tuhan Yesus demi apapun yang ada di dunia ini

Tuhan mengasihi anda bukan karena apa yang anda miliki tetapi Tuhan mengasihi anda karena Tuhan melihat kemurnian hati anda. Jadikan Tuhan Yesus prioritas dalam hidup anda dan Tuhan akan menjadikan anda prioritas di dalam rencana-Nya.

Matius 16:26
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Brother John Ministry/YS

Sabtu, 08 September 2018

Iman yang Teruji

Iman Yang Teruji

Belajar dari tokoh Abraham

Ibrani 11:17-19
Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu."  Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.

Ujian adalah suatu proses dari kehidupan manusia untuk naik kepada tahap/level yang lebih tinggi.

Ada beberapa reaksi ketika seorang mengalami ujian dalam hidupnya:
1. Menyalahkan Tuhan
2. Mehyalahkan iblis
3. Menyalahkan keadaan
4. Menyalahkan diri sendiri

Jangan pernah menyalahkan siapapun!

Abraham disebut sebagai bapa orang percaya karena imannya yang telah teruji tatkala ia pergi ke tanah Moria untuk membersembahkan Ishak. (Moria memiliki makna teologis: YHWH/ TUHAN Menyediakan)

Bagaimana Abraham bisa melewati ujian iman itu?

1. Karena Keyakinannya kepada Allah (bukan karena pengetahuannya)
2. Karena Abraham mengenal pribadi Allah (disebut Sahabat Allah)
3. Karena Abraham tahu bahwa Allah tidak pernah berdusta akan janjiNya
4. Karena Abraham memiliki banyak pengalaman iman dengan Tuhan

Implikasi teologis:
1. Allah memiliki rencana yang terbaik melalui setiap ujian iman.
2. Allah selalu menyediakan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.
3. Allah sanggup melakukan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin
(Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil).

Implikasi praktis:
1. Kehidupan seorang Kristen yang sejati harus memiliki iman yang teruji dan tahan uji.
2. Kehidupan seorang Kristen yang sejati harus berani bayar harga (sangkal diri dan pikul salib).
3. Kehidupan seorang Kristen yang sejati harus senantiasa memegang janji Tuhan.
4. Kehidupan seorang Kristen sejati harus siap kehilangan segala yang fana untuk mendapatkan apa yang kekal.

Jangan menyerah menghadapi ujian, tetapi Bersyukurlah jika kita mengalami ujian iman, karena saat-saat seperti itu merupakan saat dimana kita menerima janji Tuhan dan merasakan kasih Tuhan dengan sempurna dan membuktikan apakah iman kita kepada Tuhan itu murni atau palsu.

Brother John Ministry/YS

Jumat, 07 September 2018

Harta yang Kekal

Harta Yang Kekal

Matius 6:19-21
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."

Berhubungan dengan harta, manusia dikelompokkan menjadi dua:
1. Orang-orang kaya
2. Orang-orang miskin

Baik orang kaya maupun orang miskin pasti menginginkan banyak harta, Yang kaya ingin lebih kaya dan yang miskin ingin menjadi kaya. Harta di dunia bukan hanya bicara materi tetapi juga jabatan dan popularitas.

Tetapi Tuhan Yesus memberi satu pengajaran dan peringatan yang luar biasa tentang harta dan membandingkan harta di bumi dan di sorga. Dan kalimat yang begitu indah dikatakan: "di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada"

Seorang muda yang kaya yang tidak mau menjual semua hartanya merupakan salah satu contoh bahwa harta duniawi lebih memikat daripada harta sorgawi. (Lihat Matius 19:16-26)

Perintah Tuhan sangat jelas: kumpulkan harta disorga.

Apa itu harta disorga?
Tuhan Yesus Kristus adalah harta sorgawi yang kekal. Karena ketika kita memiliki Yesus Kristus di dalam hidup kita maka kita memiliki segala-galanya.

Matius 28:18
"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi."

Sekalipun engkau miskin secara manusiawi di dunia ini tetapi jika engkau memiliki Tuhan Yesus Kristus maka engkau kaya.

Perenungan:
"di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada"
Dimana hati anda saat ini?
1. Apakah ada di kekayaan anda?
2. Apakah ada di pekerjaan/karier anda?
3. Apakah ada di pasangan anda?
4. Apakah ada di jabatan anda?
5. Apakah ada di popularitas anda?

Jika ada orang Kristen yang mencintai sesuatu lebih daripada mencintai Kristus maka orang tersebut sudah tersesat.

Tidak ada hamba yang mengabdi kepada dua tuan. Jadi jangan kita munafik.

Brother John Ministry/YS

Lulus Ujian dari Tuhan

"Lulus Ujian dari Tuhan"

Belajar dari tokoh Ayub

Ada 2 reaksi orang yang diberkati Tuhan:
1. Semakin cinta Tuhan
2. Semakin cinta kepada berkat-berkat

Ada 2 reaksi orang yang mengalami penderitaan:
1. Lebih mendekatkan diri kepada Tuhan
2. Kecewa kepada Tuhan (keraguan iman)

Belajar dari Ayub, bagaimana Ayub bisa dikatakan sebagai orang yang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

Mengapa orang benar menderita??

Ada 3 tahap ujian yang di lalui Ayub:
1. Kehilangan harta benda dan keluarganya (kecuali istrinya)
2. Kehilangan kuasa atas tubuhnya (kesehatan -> mendapat penyakit)
3. Orang-orang disekitarnya tidak memihak kepadanya malahan menyalahkan dan menuduh Ayub (Elifas, Bildad, Zofar; Elihu menyalahkan sahabat-sahabat Ayub)

Bagaimana respon Ayub:
1. Terhadap ujian yang pertama Ayub mengatakan : "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut. (1:21-22)

2. Terhadap ujian yang kedua Ayub mengatakan : "Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya. (2:10)

3. Terhadap ujian yang ketiga Ayub mengatakan : "tidak ada rencana-Mu yang gagal" (42:1) (bnd. Yer 29:11; Roma 8:28)

Implikasi Teologis:
1. Percaya bahwa Tuhan itu berdaulat penuh atas seluruh ciptaanNya
2. Percaya bahwa Tuhan adil dalam setiap rencanaNya
3. Percaya bahwa hidup kita sebagai orang-orang percaya ada di dalam kendali kemahatahuan dan kemahakuasaan Allah.

Implikasi Praktis:
1. Setiap orang percaya harus menyadari keterbatasanya
2. Setiap orang percaya harus menyadari bahwa di balik setiap peristiwa ada rencan Tuhan yang indah
3. Setiap orang percaya harus menyadari bahwa segala sesuatu adalah dari Allah, oleh Allah dan untuk Allah (Roma 11:36)

Brother John Ministry/YS

Kamis, 30 Agustus 2018

Spiritual Metamorphosis

Spiritual metamorphosis

A. Ulat (Lower Spiritual)
Istilah ini cocok digunakan untuk jemaat petobat baru (children of spiritual). Mengapa disebut "Low spiritual" karena karena kehidupan rohani para petobat baru seperti ulat yang "slow but sure" dan asupan makanan adalah makanan yang segar-segar seperti daun-daun muda. Disinilah peran seorang gembala membimbing uĺat-ulat itu ke jalan yang benar. Ulat sangat menjijikkan itulah yang dialami petobat baru kadang dihina, dicaci, ditolak oleh lingkungan masa lalunya, bahkan oleh keluarga.

B. Kepompong (Middle or Silent Spritual)
Istilah ini cocok untuk kehidupan jemaat yang sedang mengalami banyak ujian iman (middle age spiritual). Inilah adalah proses penentuan kehidupan rohani jemaat Kristen asli atau Kristen palsu, menjadi kepompong adalah suatu keadaan penundukan diri kepada otoritas Ilahi dalam menghadapi setiap ujian dan tantangan iman. Disinalah suatu peralihan kehidupan rohani seseorang. Istilah lain bisa memakai "dikarantina dalam suatu proses".

C. Kupu-kupu (High Spiritual)
Istilah ini cocok untuk kehidupan jemaat yang sudah dewasa rohani. Seperti kupu-kupu:
-kupu-kupu makan serangga (perlu makanan keras (mampu menguasai dan mengaplikasikan doktrin yang alkitabiah yang menjadi dasar iman Kristen), beda dengan ulat)
-kupu-kupu menunjukkan suatu keindahan (karya Kristus), memberikan keindahan bagi kehidupan sekitarnya (tidak menjadi batu sandungan)
-mencari keharuman, kehidupan jemaat kristen yang dewasa tidak mencari persoalan, perpecahan tetapi mencari perdamaian (menjadi peacemaker)
-kupu-kupu bertelur dan lahirlah ulat-ulat kecil. Jemaat yang sudah dewasa rohani harus meregenerasikan imannya.

By: Brother John

Jumat, 08 Juni 2018

Hidup ini Adalah Kesempatan

Akhir-akhir ini sering saya dengar banyak orang suka menyanyikan dan mendengarkan nyanyian "Hidup ini adalah kesempatan" karya Pdt. Surbakti.

Kesempatan untuk apa? Untuk melayani Tuhan.
Melayani Tuhan yang seperti apa? Memberitakan Injil

Apakah harus menjadi Pendeta? Apakah harus sekolah teologia? Tidak harus.

Semua orang Kristen sejati dipanggil Tuhan untuk memberitakan Injil. Itulah pelayanan yang Tuhan kehendaki, beritakan Injil.

Apa itu Injil? Apakah surat Matius sampai Yohanes saja yang disebut Injil?

Surat Matius sampai Yohanes disebut Injil karena menceritakan seluruh riwayat Yesus Kristus. Tetapi Injil bukan hanya keempat surat itu tetapi dari Kejadian sampai Wahyu berbicara tentang Injil.

Kata 'Injil’ berasal dari bahasa Yunani, yaitu ευαγγέλιον/euangelion yang berarti "kabar baik" atau "berita baik" atau "berita suka cita.” Kabar baik yang dimaksud di sini adalah kabar tentang kedatangan Yesus Kristus ke dalam dunia, (Dia mati disalib sebagai korban dan bangkit dari kematian dan naik ke sorga) untuk melakukan karya penyelamatan bagi manusia berdosa. Itulah Injil yang benar (true Gospel).

Itulah Injil yang harus diberitakan oleh SEMUA ORANG KRISTEN SEJATI.

Jangan mengatakan diri sudah menjadi orang Kristen sejati kalau belum memberitakan Injil dan melakukan yang terbaik dalam selama hidup anda untuk Tuhan.

Jadi hidup ini adalah kesempatan untuk melayani Tuhan dengan memberitakan Injil.

Jangan berkedok "pelayan Tuhan" tapi sesungguhnya melakukan pelayanan untuk melayani diri sendiri dan memperkaya diri. Itu sudah menyimpang.

Pelayanan anda adalah GAGAL jika anda lebih dikenal dari pada Tuhan Yesus Kristus, tetapi pelayanan anda BERHASIL jika Tuhan Yesus Kristus lebih dikenal dari pada anda.

Hari ini adalah kesempatan untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan.
Belum tentu kita masih bernafas esok hari.

Brother John

Cinta Itu Butuh Pengorbanan

Slogan "Cinta itu butuh pengorbanan" sangat sering dikatakan oleh kalangan anak-anak muda. Apalagi dua sejoli yang sedang di landa asmara. Berkorban uang, waktu, sekolah, pekerjaan dan berkorban segala-galanya demi orang yang dikasihinya.

Sungguh alangkah indahnya jika slogan itu diterapkan dalam kehidupan rohani. "Cinta kepada Tuhan itu butuh pengorbanan". Ada harga yang harus dibayar ketika menjadi anak Tuhan. Ada yang diusir dari keluarga, ada yang diancam mau dibunuh, ada yang dianiaya di dalam keluarga, ada yang dipecat dari pekerjaan, ada yang dikucilkan dari lingkungan sosial.

Berapa harga yang harus dibayar? Harganya adalah seluruh hidup kita bahkan nyawa kita.

Yesus Kristus telah rela menyerahkan nyawaNya kepada Allah Bapa supaya kita manusia yang berdosa beroleh anugerah keselamatan oleh Yesus Kristus di dalam iman kepada kematian dan kebangkitanNya, itulah pengorbanan yang sejati yang seharusnya menjadi teladan bagi kita sebagai orang-orang yang setia.

Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Karena cinta dan kasihNya yang begitu besar kepada manusia ciptaanNya, Allah mengaruniakan AnakNya satu-satunya yaitu Yesus Kristus.

Jadi jika anda dengan mulut anda mengatakan bahwa "aku mengasihi Tuhan"; "aku cinta Tuhan" tapi dalam hidup anda masih menjadi penikmat dosa, tapi dalam hidup anda jarang berdoa, tapi dalam hidup anda tidak membaca dan merenungkan bahkan tidak melakukan firman Tuhan, tapi dalam hidup masih membenci sesamanya, tapi dalam hidup anda tidak memberitakan Injil yang benar itu semua adalah "OMONG KOSONG", sesungguhnya anda tidak mengasihi Tuhan.
Yohanes 14:21
Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
1 Yohanes 5:2
Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.

Tuhan sudah memberikan yang terbaik, apakah kita sudah memberikan yang terbaik untuk Tuhan atau memberikan yang terbaik untuk diri kita sendiri!?!?!?!?

Tidak cukup berkorban waktu, tidak cukup berkorban harta, tidak cukup berkorban pekerjaan, tidak cukup berkorban cita-cita dan tidak cukup berkorban masa depan.

Tuhan mengasihi kita bukan dengan perkataan saja tetapi dengan tindakan.
Tuhan mengasihi kita tidak setengah-setengah tetapi dengan penuh.

Jangan mengasihi Tuhan hanya dengan mulut dan pikiran saja.
Jangan mengasihi Tuhan hanya dengan setengah hati.

Markus 12:30
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Brother John

Senin, 04 Juni 2018

Keselamatan dan Kekudusan

Mungkin di satu sisi ada beberapa orang memiliki pandangan bahwa kekudusan dijadikan syarat untuk memperoleh keselamatan dan di sisi lain ada yang memiliki pandangan bahwa kekudusan merupakan buah dari keselamatan,
Mana yang benar?

Sebagai seorang Kristen sejati sudah seharusnya hidup dalam kekudusan tetapi bukan memandang kekudusan itu sebagai syarat untuk mendapatkan keselamatan melainkan sebagai BUAH dari anugerah keselamatan di dalam Kristus Yesus.

KEKUDUSAN Merupakan PANGGILAN dan PERINTAH yang jelas di dalam Alkitab. (1 Ptr 1:13-16; 1 Tes 4:7; Ibrani 12:14, etc.)

Hubungan antara keselamatan dan kekudusan adalah seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Jika kekudusan menjadi syarat keselamatan, maka kekudusan yang seperti apa yang harus di miliki seseorang sehingga dapat memperoleh keselamatan? Apakah kita sudah lebih kudus daripada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi? (Band. Matius 5:20).

Jadi, jika ada pengajaran yang mengajarkan untuk hidup kudus supaya selamat, maka itu adalah ajaran SESAT. Kekudusan tidak membawa kepada keselamatan.

Hidup dalam kekudusan bukan hanya bicara tentang masalah moralitas saja tetapi juga hal-hal praktis dalam kehidupan kita sehari-hari.

Apakah kekudusan dikerjakan oleh diri kita sendiri? TIDAK.
Allah yang menguduskan kita setelah kita sungguh-sungguh bertobat, percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat ke dalam hati kita.

Ciri-ciri orang Kristen yang sudah mengalami Pengudusan:
1. Dibebaskan dari sifat dosa
2. Hatinya disucikan
3. Dipenuhi kasih Allah dan dipenuhi Roh Kudus
4. Memiliki tanda hidup yaitu buah Roh
5. Benci untuk berbuat dosa

PENTING: Bukan karena kita hidup dalam kekudusan maka kita beroleh keselamatan melainkan karena kita telah memperoleh keselamatan sebagai anugerah cuma-cuma dari Allah Bapa di dalam kematian dan kebangkitan Kristus Yesus maka sudah SEHARUSNYA kita hidup dalam kekudusan.

Kekudusan itu KEHARUSAN bukan pilihan.

Brother John

Jumat, 01 Juni 2018

Uang...uang....uang....

Slogan "Manusia tidak bisa hidup tanpa uang" lebih populer dari pada slogan "Manusia tidak bisa hidup tanpa Tuhan". Itulah realita kehidupan di dunia yang semakin hari semakin sulit dan berat.

Kita sebagai manusia yang percaya kepada Kristus dipanggil bukan untuk kaya secara duniawi melainkan kaya secara rohani (2 Kor 8:9). Kaya secara rohani tidak dapat diidentikkan dengan kaya materi seperti yang diajarkan oleh penganut teologi kemakmuran yang menyesatkan.

Markus 8:36 berbunyi: "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya." Tidak sedikit orang merasa takut dan ragu-ragu selama hidup didunia ini, sehingga banyak cara dilakukannya untuk menutupi kekuatiran dan keraguannya.

Masalah lain yang berkenaan dengan uang adalah orang-orang yang mengaku "anak-anak Tuhan" juga melakukan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Misalnya dalam pelayanan yang menuntut Persembahan Kasih. Bukan hanya kaum awam tetapi para hamba Tuhan pun juga mulai menduakan Tuhan dengan uang (Matius 6:24). Banyak yang bertingkah seperti itu sehingga bukan hanya dipemerintahan saja yang banyak tikus-tikus berdasi, di dalam gereja dan lembaga-lembaga Kristen pun sekarang banyak tikus-tikus bertoga.

Tidak sedikit orang Kristen yang jatuh karena korupsi uang gereja. Tidak sedikit pendeta yang hancur hidup dan pelayanannya karena korupsi dan mencuri uang pelayanan.

Dimana integritas seorang hamba Tuhan, jika para panutan sudah menyimpang motivasinya?!?!?!?!?

Tidak sedikit pelayan yang malas melayani lagi jika Persembahan kasihnya sedikit apalagi persembahan kasihnya tidak ada. Bahkan ada hamba Tuhan yang bertanya dulu kepada hamba Tuhan lain:"kalau khotbah disana "PK"nya berapa??". Ada juga yang menggerutu:"Sudah jauh-jauh, beli bensin sendiri, uang transport sendiri tapi Persembahan Kasih tidak ada". Itulah "hamba-hamba Tuhan" masa kini.

"Hamba Tuhan sekarang sulit hidup tanpa gaji" bahkan bersaing dengan pegawai negeri, akhirnya saling bersaing untuk mendapatkan kedudukan dalam kepengurusan Gereja atau Yayasan Kristen untuk mendapatkan gaji paling tinggi, ada rumah dinasnya, apalagi ada bonus pensiunnya dan gajinya naik tiap tahun. Lebih senang lagi kalau bisa jalan-jalan dengan uang gereja atau yayasan, dengan alasan pelayanan "sambil liburan". Apalagi bantuan dana misi dari sponsorshipnya besar, bisa lah sedikit masuk kantong pribadi.

Uang...uang...uang...uang...uang!?!?!?!?!?!?!?!?

Karena akar dari segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka (1 Tim 6:10).

Kekayaan Rohani yaitu memiliki Yesus Kristus sebagai satu-satunya sumber hidup, untuk apa kita punya segalanya dibumi tetapi hidup kita tidak berkenan dihadapan Tuhan. Bukannya menjadi berkat malah menjadi batu sandungan bagi banyak orang. Jangan mengatakan kita cinta Tuhan jika kita juga cinta uang.

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu (Ibrani 13:5).

Tuhan yang memanggil kita untuk melayani, bukan uang yang memanggil kita. Kalau motivasi hidup dan pelayanan kita mulai menyimpang kepada uang, BERTOBATLAH!!!!

Penyebabnya adalah tuntutan GENGSI dan kebutuhan hidup!

Tidak bercermin kepada Yesus Kristus yang sangat miskin secara manusiawi ketika di dunia, lahir di dalam kandang, bahkan kandang milik orang lain dan matipun di kuburan milik orang lain.

Jika anda memiliki Yesus Kristus, anda memiliki segala-galanya dan itu CUKUP.

Manusia masih bisa hidup tanpa uang, tapi manusia tidak bisa hidup tanpa Tuhan.
Hamba Tuhan masih bisa melayani tanpa uang, tapi hamba Tuhan tidak bisa melayani tanpa Tuhan.

Uang memang perlu, tetapi uang bukan Prioritas. Uang bukan tujuan pelayanan. Uang adalah penunjang pelayanan selama dipergunakan sebagaimana mestinya dengan dasar kejujuran dihadapan Tuhan dan dihadapan manusia.

Mari kita semua menjadi umat Tuhan dan hamba Tuhan yang takut akan Tuhan, jujur dan setia sampai mati.

Brother John

BUKTI KEMANUSIAAN YESUS KRISTUS

BUKTI-BUKTI KEMANUSIAAN YESUS KRISTUS 1. Yesus Lahir Seperti Manusia Lainnya. Yesus lahir dari seorang wanita (Galatia 4:4). Kenyataa...