Minggu, 16 September 2018

Spesial dimata Tuhan

Spesial di mata Tuhan

Belajar Dari Panggilan Yesaya

Yesaya 6:8
Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Kami?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Tidak sedikit orang tidak suka melayani Tuhan fulltimer karena tidak dapat gaji seperti pegawai negeri atau wiraswasta dan merasa tidak memiliki jaminan masa depan. Makanya banyak orang berbondong-bondong menjadi pegawai negeri dan menjadi pengusaha.

Tidak sedikit juga orang yang mengaku pelayan Tuhan tetapi sesungguhnya melayani perutnya sendiri, melayani Tuhan hanya sebagai kedok untuk kelihatan rohani. Orang-orang seperti ini tidak akan bertahan lama.

D.L. Moody dan Charles Spurgeon adalah contoh hamba Tuhan yang tidak pernah duduk di sekolah teologia tetapi dipakai luar biasa oleh Tuhan dan mengukir sejarah dalam pergerakan kekristenan di dunia karena mereka sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, menangkap visi dari Tuhan dan mengerti isi hati Tuhan.

Penting:
Tuhan tidak butuh orang pandai untuk mengubah dunia, Tuhan tidak butuh orang bergelar tinggi untuk mengubah dunia, Tuhan tidak butuh orang ganteng dan cantik untuk mengubah dunia, Tuhan tidak butuh orang kaya untuk mengubah dunia, Tuhan tidak butuh orang terkenal untuk mengubah dunia, dan Tuhan tidak butuh banyak orang untuk mengubah dunia.

Tuhan hanya butuh satu orang yang sungguh-sungguh tulus dan murni mengasihi Dia. Jika ada satu orang saja yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan Yesus Kristus lebih dari apapun dan siapapun di dunia ini maka melalui satu orang itu Tuhan akan mengubah dunia.

Siapa yang mau sungguh-sungguh cinta Tuhan lebih dari siapapun dan apapun di dunia ini??

Brother John Ministry/YS

Sabtu, 15 September 2018

Tritunggal

#Edisi Bible Study

Doktrin Tritunggal

Ibrani 13:9
Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing. Sebab yang baik ialah, bahwa hati kamu diperkuat dengan kasih karunia dan bukan dengan pelbagai makanan yang tidak memberi faedah kepada mereka yang menuruti aturan-aturan makanan macam itu.

Doktrin Allah Tritunggal merupakan doktrin paling mendasar iman Kristen tetapi doktrin ini sangat kurang ditekankan di dalam gereja-gereja bahkan banyak pendeta yang salah kaprah dengan doktrin Tritunggal ini. Memang kata "Tritunggal" tidak secara eksplisit tertulis di dalam Alkitab tetapi secara implisit sangat jelas di dalam Alkitab. Oelh karena itu, Jika doktrin Tritunggal keliru maka doktrin-doktrin yang lain pasti akan keliru.

Beberapa ajaran yang SALAH dan SESAT tentang Tritunggal:
1. Ajaran yang menganggap bahwa Allah Anak lebih rendah dari Allah Bapa, dan Allah Roh Kudus lebih rendah daripada Allah Anak. (Kecuali hanya dalam hal Misi Allah-yang mengutus lebih tinggi daripada yang diutus- esensinya tetap adalah SETARA tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah)
2. Ajaran yang menganggap bahwa Allah adalah satu pribadi dengan tiga peran yang berbeda.
3. Ajaran yang menganggap bahwa Allah adalah tiga bentuk pernyataan dari Satu Pribadi yang sama.
4. Ajaran yang mengatakan bahwa Allah Anak adalah ciptaan yang pertama dari Allah Bapa dan Roh Kudus adalah ciptaan yang pertama dari Allah Anak.
5 Ajaran yang menganggap bahwa Allah hanyalah Satu pribadi, tetapi mempunyai unsur Firman dan Roh.

NOTE:
Semua "ilustrasi" yang dipakai manusia untuk menggambarkan pemahaman Allah Tritunggal adalah SALAH bahkan bisa menyesatkan. (Allah yang tidak terbatas tidak dapat di ilustrasikan dengan semua yang terbatas di dunia dan alam semesta ini)

Pengajaran yang BENAR dan Alkitabiah:
Iman Kristiani Mengakui Hanya Ada Satu Allah/Allah itu Esa : Ulangan 4:35 , 6:4 , Yesaya 45:5, Markus 12:29, 1 Timotius 2:5 , Yesaya 44:6, dll. Allah itu Esa/Satu dalam Satu Kesatuan yang Sempurna yang terdiri dari 3/tiga Oknum : Bapa, Anak/Putera dan Roh Kudus(Kejadian 1:26, 3:22, 11:7, Yesaya 6:8; Matius 28:19, Markus 12:29, 2 Kor 13:13, dll).

Tiga Oknum yang berbeda satu dengan yang lain: Bapa bukan Anak dan Anak bukan Bapa; Bapa bukan Roh Kudus dan Roh Kudus bukan Bapa ; Anak bukan Roh Kudus dan Roh Kudus bukan Anak ; akan tetapi ketiganya berada dalam Satu Kesatuan yang Sempurna Satu dengan yang Lain dari Kekal hingga Kekal, namun demikian Identitas masing-masing Pribadi Tetap Utuh (TIDAK bercampur aduk dan kemudian muncul identitas baru).

Allah Bapa SETARA dengan Allah Anak SETARA dengan Roh Kudus. (Ketiga Pribadi adalah SETARA)

Masing-masing Pribadi/Oknum adalah Allah yg Sejati : Bapa adalah Allah yang Sejati ; Anak adalah Allah yang Sejati ; Roh Kudus adalah Allah yang Sejati.
1. Bapa adalah Allah (Roma 1:7, 1 Kor 1:3, 2 Kor 1:2 - 3, Efesus 1:2, dll.)
2. Anak adalah Allah (Yoh 1:1 , 14, 20:28, Titus 2:13, 2 Pet 1:1, dll ).
3. Roh Kudus adalah Allah (Kis Para Rsl 5:3 - 4, dll).

PENTING:
Namun demikian: Allah Bapa + Allah Putera/Anak + Allah Roh Kudus TIDAK menjadi 3 (Tiga) Allah, Akan Tetapi TETAP 1 (Satu) Allah yg berada dalam Satu Kesatuan yg Sempurna Satu dngn yg Lain dari Kekal hingga kekal(1+1+1 = 1). Bukan sepertiga + sepertiga + sepertiga kemudian menjadi Satu.

Kesimpulan Rohani yg Alkitabiah dan Theologis : Hanya ada Satu Allah (Esa), yang terdiri dari 3 (tiga) Oknum/Pribadi yang Berbeda Satu dngn yg Lain, Namun berada Dalam SATU kesatuan yg Sempurna Satu dengan yg Lain dari Kekal hingga Kekal ; kendati berada dalam SATU Kesatuan yg Sempurna Satu dngn yg Lain, akan tetapi Identitas masing-masing Tetap UTUH.

Otak kita yg Terbatas, Tidak Bisa Memahami Keberadaan Allah yg Tidak Terbatas. Maka itu, siapa saja yg mau diselamatkan dari dosa dan segala kutuk dosa termasuk dari Hukuman Neraka yg kekal itu, PERLU dan WAJIB/HARUS Menerima dan meyakini Semua Pernyataan ALLAH mengenai Diri Nya, yg Sudah Tentu Sesuai Dengan Firman Nya.

Brother John Ministry/YS

Merasa Lebih Benar

Jangan merasa lebih benar

Yohanes 8:3-4, 7
Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."

Kesombongan terjadi karena seseorang yang merasa dirinya lebih benar dan jauh lebih baik dari orang lain sehingga mudah sekali menghakimi orang lain.

Dari ayat tersebut kita lihat bahwa orang Farisi dan ahli Taurat merasa diri mereka benar sehingga dengan cara mereka sendiri menghakimi seorang perempuan yang kedapatan berzinah dan berusaha menjatuhkan Yesus Kristus.

Di kalangan kekristenan juga banyak orang yang merasa lebih benar daripada orang lain.
Pelajaran yang kita dapat:
1. Jangan merasa diri paling benar
2. Jangan suka mencari kesalahan dan kelemahan orang lain
3. Jangan suka menjatuhkan orang lain

Tuhan Yesus menegur dengan bijak kepada orang farisi dan ahli Taurat. Dan tegurannya menunjukkan bahwa semua manusia tidak ada yang benar. Bahkan orang merasa paling benar adalah orang-orang yang tidak bermoral.

Matius 7:3
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

Jangan pernah merasa diri anda paling benar dan paling baik tetapi saling melayanilah satu dengan yang lain sebagai hamba Kristus Yesus.

Brother John Ministry/YS

Jangan saling Menyalahkan

Jangan saling menyalahkan

Belajar dari kisah Adam, Hawa dan Ular

Kejadian 3:11-13
Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."

Kebiasaan saling menyalahkan mungkin dianggap sebagai hal yang biasa bagi kebanyakan orang. Tetapi perlu diketahui bahwa kebiasaan saling menyalahkan adalah akibat dosa dan itu adalah pekerjaan setan/iblis.

Dalam ayat diatas jelas bahwa Adam menyalahkan Hawa dan Hawa menyalahkan ular (simbol dari si jahat).

Mengapa mereka saling menyalahkan:
1. Karena mereka telah tercemar dosa
2. Karena mereka tidak memiliki tanggung jawab
3. Karena mereka takut kepada hukuman

Satu hal yang perlu kita pahami adalah: Berhenti menyalahkan orang lain ketika menghadapi suatu masalah.

1. Istri jangan menyalahkan suami
2. Suami jangan menyalahkan istri
3. Orang tua jangan menyalahkan anak
4. Anak jangan menyalahkan orang tua
5. Teman jangan menyalahkan teman, dll.

Jadi kebiasaan saling menyalahkan itu bukan kebiasaan yang wajar. Melainkan membuktikan bahwa hidup anda masih dikuasai dosa dan iblis dan anda bukanlah orang yang bertanggungjawab.

Brother John Ministry/YS

Dipandang Sebelah Mata

Di Pandang Sebelah Mata (direndahkan)

Belajar dari kisah Daud dan Saul

1 Samuel 17:33
Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit."

1 Samuel 17:42-44
Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. Orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud. Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang."

Tidak sedikit orang merasa rendah diri atau minder karena di anggap rendah oleh orang-orang disekitarnya. Mungkin karena kurang pandai, karena miskin, karena memiliki penyakit, karena pengangguran, dll.

Daud mengalaminya, dia di pandang sebelah mata oleh Saul karena dia masih muda dan dia bukan seorang prajurit perang dan hanya seorang penggembala domba.

Dari Saul dan Goliat kita belajar:
1. Jangan menganggap rendah orang lain
2. Jangan meragukan kekuatan orang lain
3. Jangan suka hanya melihat kelemahan atau kekurangan orang lain

Dari Daud kita belajar:
1. Daud tidak merasa minder(rendah diri) sekalipun dipandang sebelah mata oleh Saul
2. Daud tetap yakin dan percaya diri
3. Daud seorang yang berani

Mungkin sering kita melihat orang lain dengan sebelah mata atau menganggap orang tersebut tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan diri kita.

Perenungan:
1. Jangan bangga dengan apa yang anda miliki sehingga dengan mudahnya anda merendahkan orang lain. (Orang yang sombong akan direndahkan)

2. Jangan merasa rendah diri (minder) jika anda dipandang sebelah mata oleh orang-orang disekitar anda, karena anda lebih berharga dari pada orang-orang rendahan yang merendahkan anda. Bagaimanapun keadaan anda, anda berharga dimata Tuhan dan Tuhan sangat ,mengasihi anda.

Tuhan menciptakan seseorang dengan tujuan masing-masing dan setiap orang memiliki kelemahan dan kelebihan yang berbeda. Kita bukanlah manusia yang sempurna. Oleh karena itu kita diciptakan untuk saling melengkapi.

Orang yang menganggap remeh orang lain adalah justru orang yang rendahan dan tidak punya harga diri. Tetapi orang yang hebat dan orang bijak adalah orang yang selalu merasa di bawah daripada orang lain.

Brother John Ministry/YS

Tahan Godaan

Tahan Godaan

Belajar dari tokoh Yusuf

Kejadian 39:7-10
Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku."
Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku,
bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?"
Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.

Era digital semakin hari semakin tidak bisa dikendalikan. Tidak sedikit orang jatuh dalam dosa, bahkan menyangkal Kristus dengan perbuatan dosanya.

Tidak sedikit kehidupan rumah tangga hancur karena terjadi perselingkuhan. Tidak sedikit anak muda hancur karena dosa pergaulan bebas.

Belajar dari seorang Yusup:
1. Yusuf tahu kepada siapa dia harus Takut yaitu hanya kepada Tuhan
2. Yusuf berkomitmen untuk tidak mengingkari dan menghianati Tuhan
3. Yusuf menunjukkan kasihnya kepada Tuhan
4. Yusuf tahu bahwa hidupnya di tangan Tuhan bukan ditangan manusia

Dosa memang selalu ada dimanapun, tetapi tergantung bagaimana hidup kita dihadapan Tuhan. Apakah kita mau kompromi dengan dosa? Apakah kita sudah benar-benar mati bersama Kristus atau belum?

Perenungan:
1. Bagi orang yang sering jatuh dalam godaan dosa dan godaan duniawi dan sekarang sedang menikmati godaan dosa tersebut, bertobatlah karena Tuhan melihat semua berbuatan kita bahkan semua yang kita lakukan telanjang di mata Tuhan.

2. Bagi orang yang sering menggoda, bertobatlah dan janganlah membuka perangkap dan membawa orang ke dalam dunia orang mati.

3. Bagi orang yang pernah tergoda dan berusaha bangkit dari godaan, Tuhan tidak melihat seberapa sering anda jatuh, tapi Tuhan menghargai jika anda sadar akan dosa, bangkit dari keterpurukan dan sungguh-sungguh menyerahkan hidup kepada pimpinan tangan Tuhan.

Godaan lawan jenis (perempuan / laki-laki), godaan kekayaan, godaan pangkat/jabatan/kedudukan, godaan popularitas seringkali menghampiri kita. Oleh karena itu ingatlah selalu akan Tuhan bahwa tidak ada yang tersembunyi dari Tuhan.

TAKUTLAH AKAN TUHAN!

Brother John Ministry/YS

Zakheus

Perubahan hidup di dalam Kristus

Belajar dari tokoh Zakheus

Lukas 19:8
Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

Secara manusiawi, mungkin hanya orang bodoh yang mau menjadi miskin. Karena tidak sedikit orang ingin menjadi kaya dan diberkati setelah menjadi orang Kristen. Tetapi Zakheus memiliki pengalaman yang luar biasa ketika mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus.

Belajar dari Zakheus:
1. Harta bukanlah segala-galanya dibandingkan Tuhan Yesus Kristus
2. Zakheus mengerti bahwa harta yang kekal hanya Tuhan Yesus Kristus
3. Memiliki Tuhan Yesus Kristus itu lebih dari CUKUP tetapi tidak memiliki Tuhan Yesus Kristus adalah malapetaka

Seorang pemungut cukai dikenal sangat kikir dan sangat keras dalam masalah uang (harta), tetapi ketika Zakheus berjumpa dengan Tuhan Yesus Kristus secara pribadi, hidupnya berubah 180°. Dia berikan setengah dari hartanya kepada orang miskin dan kepada orang yang sudah diperasnya dikembalikan 4 kali lipat.

Ciri-ciri orang yang memiliki Kristus dalam hidupnya:
1. Haus akan Tuhan (setiap waktu rindu berjumpa dengan Tuhan)
2. Memiliki kasih yang murni dan tak terbatas
3. Hidupnya tidak fokus kepada dirinya sendiri, melainkan kepada orang lain.
4. Dia akan melakukan segala sesuatu karena mengasihi Tuhan bukan karena takut dosa atau takut masuk neraka.
5. Dia tidak akan memikirkan berkat Tuhan untuk dirinya sendiri tetapi memikirkan bagaimana menjadi berkat bagi orang lain.

Perenungan:
1. Apakah kita sungguh-sungguh sudah mengalami perjumpaan pribadi dengan kristus Yesus?
2. Apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan Yesus Kristus lebih dari kita mengasihi diri kita sendiri dan apapun yang kita miliki?
3. Apakah kita sudah memiliki kasih yang murni kepada Tuhan?
4. Apakah kita sudah memiliki kasih yang murni kepada sesama?

Agama anda tidak menjamin hidup anda untuk masuk surga yang kekal. Tetapi jika anda memiliki Kristus Yesus dan sungguh-sungguh murni mengasihi Dia dalam segala sesuatu, anda memiliki jaminan hidup kekal.

Brother John Ministry/YS

Anugerah keselamatan

Anugerah Keselamatan

Efesus 2:8-9
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Beberapa pemahaman yang KELIRU tentang keyakinan keselamatan:
1. Karena saya sejak kecil sudah Kristen (bahkan sejak di dalam kandungan ibu) maka saya sudah diselamatkan
2. Saya Rajin kegereja supaya selamat
3. Saya Rajin memberi persembahan dan persepuluhan supaya selamat
4. Saya Menjaga hidup kudus supaya selamat
5. Saya Banyak berbuat baik supaya selamat
6. Saya Rajin melayani supaya selamat
7. Saya Ikut katekisasi dan di sidi supaya selamat.

Keselamatan adalah anugerah cuma-cuma (anugerah + 0) dari Allah Tritunggal di dalam karya penebusan Kristus Yesus diatas kayu salib. Tuhan Yesus Kristus yang kepadaNya anda beriman, Dialah yang menyelamatkan anda. (Iman adalah karunia Roh Kudus bukan hasil usaha manusia (1 Kor 12:9))

Jadi, anda rajin kegereja, rajin berdoa, rajin membaca Firman Tuhan, rajin melayani, rajin memberi persepuluhan, menjaga hidup kudus, suka berbuat baik kepada orang lain itu BUKAN SYARAT untuk memperoleh keselamatan TETAPI sebagai wujud ucapan syukur/ Ucapan terimakasih anda kepada Tuhan karena anda SUDAH diselamatkan.

Tetapi yang menjadi masalah dan bahaya adalah banyak orang Kristen yang "merasa" sudah diselamatkan maka hidupnya "sembrono" dengan dosa dan kompromi dengan dosa.

PENTING:
Orang yang merasa sudah diselamatkan tetapi hidupnya masih sembrono dan terus berkubang dengan dosa dan kompromi dengan dosa adalah sesungguhnya orang tersebut belum diselamatkan /tidak memiliki keselamatan sejati tetapi hanya "merasa" dirinya sendiri sudah diselamatkan.

Konklusi:
Jangan mengira anda sudah selamat karena anda beragama Kristen. Agama anda tidak menyelamatkan anda. Tetapi anda boleh bangga dan penuh keyakinan anda sudah diselamatkan jika Tuhan Yesus Kristus sudah "sungguh-sungguh" menjadi satu-satunya Tuhan dan Juruselamat di dalam hidup anda.

Karena bukti orang yang sudah benar-benar diselamatkan atau memiliki keselamatan sejati :
1. Pasti hidupnya akan semakin cinta Tuhan Yesus Kristus lebih dari apapun yang ada di dunia ini bahkan lebih dari nyawanya sendiri. dan MEMBENCI dosa/ tidak kompromi dengan dosa.
2. Pasti melakukan segala sesuatu karena cinta Tuhan Yesus Kristus dan takut akan Tuhan BUKAN karena takut manusia atau neraka.
3. Pasti hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus (Roh Kudus tidak akan memimpin orang untuk sengaja berbuat dosa).
4. Pasti setia kepada Tuhan sampai akhir hidupnya.
5. Pasti hidupnya dipenuhi kasih yang tulus dan murni kepada Tuhan dan kepada sesama.

Semua itu hanya anugerah Tuhan, jangan ada manusia yang memegahkan diri.

Brother John Ministry/YS

Rabu, 12 September 2018

Munafik

Kata "munafik" beberapa kali disebut di dalam Alkitab. Kemunafikaan diartikan sama juga dengan kepalsuan.  Istilah modernnya adalah bertopeng atau lebih halusnya "bermuka dua". Ya, banyak orang-orang sekarang bermuka dua dan penuh kepalsuan. Kelihatan baik di depan tapi sangat buruk di belakang.

Di dalam Alkitab mengatakan tentang orang-orang farisi dan ahli Taurat:
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan (Matius 23:27-28).

Kemunafikan adalah masalah serius. Bukan hanya masalah cinta saja yang penuh kemunafikan, masalah rohani juga penuh kemunafikan. Sungguh sangat ironis jika semakin hari semakin banyak ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi modern. Menjadi masalah bagi Kekristenan saat ini jika hanya pandai tentang Firman Tuhan tetapi salah dalam penerapan.

Mungkin manusia bisa munafik di depan sesamanya, tetapi dihadapan Tuhan tidak ada kemunafikan. Semua telanjang di depan mata Dia. (Ibrani 4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab)

Sebagai orang yang sudah hidup di dalam Tuhan, mari hidup jujur dengan apa yang ada di dalam diri kita. Jadilah apa adanya kita jangan ada apanya kita. Jangan hanya ingin dipuji orang sehingga harus pura-pura baik.

Aku tidak duduk dengan penipu, dan dengan orang munafik aku tidak bergaul;
aku benci kepada perkumpulan orang yang berbuat jahat, dan dengan orang fasik aku tidak duduk (Mazmur 26:4-5).

Matius 5:37 (TB)  Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Brother John

Selasa, 11 September 2018

Mempertahankan Integritas

Mempertahankan Integritas

Belajar dari tokoh Elisa

2 Raja-raja 5:16
Tetapi Elisa menjawab: "Demi TUHAN yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan, sesungguhnya aku tidak akan menerima apa-apa." Dan walaupun Naaman mendesaknya supaya menerima sesuatu, ia tetap menolak.

Sepanjang masa pelayanan Elisa sebagai nabi, tidak ditemukan satupun kisah yang mencemarkan namanya. Bahkan karena keterlibatannya, Bangsa Israel dapat menghindari banyak malapetaka. Bahkan pada akhir hidupnya, ia mendapatkan perhatian penuh dari Raja Yoas. Memang ia tidak saja melayani masyarakat, tetapi juga para petinggi Negara. Hal ini membuktikan bahwa kehidupannya yang benar dan hatinya yang tulus sebagai nabi.

Satu hal lagi yang penting dalam hidup Elisa adalah komitmennya untuk melayani Allah saja. Komitmen ini yang membuat ia berhasil menghadapi raja-raja Israel dan segala permasalahannya. Elisa selalu tampil sebagai penasihat dan pengayom negara, baik dalam urusan politik, maupun dalam urusan ekonomi.  Kisah panggilannya yang tidak mengucapkan satu katapun adalah bukti bahwa sebenarnya ia telah menyatakan komitmennya yang luar biasa dan bersumber dari hatinya yang paling dalam.

Dari seorang Elisa kita belajar:
1. Elisa merasa mukjizat yang dilakukannya adalah karena kuasa Tuhan semata.
2. Elisa mempertahankan integritasnya sebagai seorang abdi Allah
3. Elisa tidak memiliki motivasi mengejar harta duniawi

Tidak sedikit orang yang tidak menjaga integritasnya sebagai hamba Tuhan, sebagai anak Tuhan, sebagai murid Tuhan sehingga mudah terpengaruh dengan hal-hal duniawi.

Integritas iman itu berbicara tentang fokus kita kepada Tuhan sebagai sumber berkat bukan fokus kepada berkat-berkat.

Implikasi:
1. Orang benar akan hidup melalui Iman oleh Tuhan Yesus Kristus
2. Orang yang takut akan Tuhan dan mengabdikan hidupnya untuk Tuhan tidak akan hidup kekurangan
3. Orang yang cinta Tuhan akan penuh dengan berkat-berkat rohani
4. Orang yang takut akan Tuhan harus memiliki integritas yang tinggi
5. Orang yang mengasihi Tuhan pasti tahu apa yang ada di hati Tuhan

Jangan pernah merusak integritas iman anda hanya karena perkara-perkara duniawi yang hanya bersifat sementara. Tetapi jaga integritas serta komitmen anda karena anda sungguh-sungguh mengasihi Tuhan bukan mengasihi berkat-berkat Tuhan.

Brother John Ministry/YS

Senin, 10 September 2018

Iman Yang Membelah Laut

Iman yang membelah Laut

Belajar dari tokoh Musa

Keluaran 14:16
Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.

Pegumulan hidup datang silih berganti dalam kehidupan manusia. Ketika seolah-olah tidak ada jalan, manusia menjadi pasrah dan menyerah dengan keadaan.

Berbeda dengan Musa, ketika dia harus memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Musa menghadapi masalah yang berat. Ketika di sekelilingnya seolah tidak ada jalan (di belakang ada tentara Mesir, di depan ada Laut Teberau, di samping kanan kiri gunung batu). Musa tidak menyerah dengan keadaan.

Bagaimana Musa menghadapi situasi yang berat dan keluar dari situasi tersebut?
1. Musa fokus kepada Tuhan bukan kepada situasi
2. Musa tidak memiliki keraguan iman
3. Musa taat dengan melakukan perintah Tuhan

Ketika seolah-olah dalam kehidupan kita mengalami kebuntuan dan tidak ada jalan keluar. Disekeliling kita bertubi-tubi datang masalah. Ingatlah bawa diatas masih ada Tuhan yang peduli dan di dalam Tuhan PASTI  ada jalan keluar.

Implikasi teologis:
1. Tuhan tidak pernah menutup mata terhadap umatNya
2. Tuhan selalu punya cara untuk menolong
3. Tuhan berkuasa atas alam semesta

Implikasi praktis:
1. Setiap orang percaya harus senantiasa bergantung dan mengandalkan Tuhan
2. Setiap orang percaya harus selalu fokus kepada Tuhan bukan kepada keadaan
3. Setiap orang percaya harus berani menghadapi situasi dan keadaan

Lautan masalah apapun yang sekarang menghimpit hidup anda, percayalah Tuhan terlalu sanggup membelah dan membuka jalan keluar bagi anda.

Brother John Ministry/YS

BUKTI KEMANUSIAAN YESUS KRISTUS

BUKTI-BUKTI KEMANUSIAAN YESUS KRISTUS 1. Yesus Lahir Seperti Manusia Lainnya. Yesus lahir dari seorang wanita (Galatia 4:4). Kenyataa...